Sabtu, 04 Agustus 2012
Kamis, 02 Agustus 2012
Bagaimana teknik melompat dalam SCUBA Diving ?
Dalam Scuba Diving, lompatan adalah suatu teknik yang harus dikuasai. Ada empat macam teknik-teknik melompat. Teknik melompat disesuaikan dengan permukaan atau tempat si penyelam berada.
1. Forward roll
Teknik ini dilakukan apabila jaraknya sejajar dengan permukaan air.
Cara-cara melakukan forward roll:
- Posisi tangan memegang masker dan snorkel (dimaksudkan agar tidak terlepas).
- Tundukkan kepala sedalam-dalamnya kearah permukaan air laut. Kemudian jatuhkan badan ke dalam air.
2. Back roll
Teknik ini dilakukan apabila jaraknya sejajar dengan permukaan air.
Cara-cara melakukan back roll:
- Posisi tangan memegang masker dan snorkel (dimaksudkan agar tidak terlepas).
- Posisi duduk membelakangi air kemudian menjatuhkan diri ke belakang.
3. Nail step (lompat paku)
Teknik ini dilakukan apabila jarak permukaan air dengan tempat berpijak lebih dari satu meter.
Cara-cara melakukan nail step:
- Posisi tangan memegang masker dan snorkel (dimaksudkan agar tidak terlepas).
- Merapatkan kaki, lalu lompat dengan posisi tumit lebih dahulu masuk ke air.
4. Giant step
Teknik ini dilakukan bila jarak permukaan air dengan tempat berpijak kurang dari satu meter.
Cara-cara melakukan giant step:
- Posisi tangan memegang masker dan snorkel (dimaksudkan agar tidak terlepas).
- Melangkahkan kaki selebar-lebarnya, jatuhkan badan tegak lurus terhadap air dengan posisi kaki melangkah.
Apa Saja Peralatan SCUBA Diving ?
1. Peralatan Standar
Face Mask
Merupakan alat bantu penglihatan, karena mask
menciptakan ruang udara antara mata dengan mask lens sehingga memungkinkan
seorang penyelam melihat dengan jernih dibawah permukan air.
Facemask terdiri dari:
- Valve mask
- Wide view mask
Snorkel
Merupakan alat
bantu bernafas yang berbentuk pipa dan berhubungan langsung dengan udara bebas
di atas permukaan air.
Macam-macam
snorkel:
- J Shape
- L Shape
- Flexibel hose
Fins
Merupakan
alat bantu pergerakan didalam air dan merupakan alat bantu mempercepat gerakan.
Fins terdiri
dari:
- Foot pocket
fins
- Open heel
fins
- Adjustable open
heel fins
2. Buoyancy Control Device
Merupakan alat bantu yang memberikan daya apung dimana penyelam dapat
mengontrol daya apung tersebut sesuai dengan kemampuan si penyelam.
BCD mempunyai 3 daya apung, yaitu:
- Daya apung positif, dimana BCD terisi penuh oleh O2 sehingga penyelam berada di permukaan air (surface).
- Daya apung netral, dimana BCD diisi sesuai dengan keinginan penyelam.
- Daya apung negatif, dimana BCD dalam keadaan kosong.
![]() |
| BCD |
3. Regulator
Suatu alat bantu bernafas yang merubah udara bertekanan tinggi menjadi bertekanan rendah.
Terdapat dua jenis regulator, yaitu:
- Single Hose, regulator dengan satu alat pernafasan.
- Double Hose (Octopus), rgulator dengan alat pernafasan ganda.
4. Tabung Udara (Tank)
Merupakan alat bantu pernafasan yang dirancang untuk menyimpan udara bertekanan tinggi yang digunakan pada saat penyelaman underwater.
Jenis tabung:
- Tabung baja
- Tabung alumunium
5. Peralatan Tambahan
- Pakaian selam (Wetsuit)
- Sabuk pemberat (Weightbelt)
- Dive flag
- Pisau selam
Suatu alat bantu bernafas yang merubah udara bertekanan tinggi menjadi bertekanan rendah.
Terdapat dua jenis regulator, yaitu:
- Single Hose, regulator dengan satu alat pernafasan.
- Double Hose (Octopus), rgulator dengan alat pernafasan ganda.
| Regulator Double Hose |
4. Tabung Udara (Tank)
Merupakan alat bantu pernafasan yang dirancang untuk menyimpan udara bertekanan tinggi yang digunakan pada saat penyelaman underwater.
Jenis tabung:
- Tabung baja
- Tabung alumunium
![]() |
| Scuba Dive Tank |
5. Peralatan Tambahan
- Pakaian selam (Wetsuit)
![]() |
| Long Sleeve Wetsuit |
- Sabuk pemberat (Weightbelt)
![]() |
| Weightbelt |
- Dive flag
- Pisau selam
Langganan:
Postingan (Atom)






