Tampilkan postingan dengan label Rock Climbing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rock Climbing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Bagaimana Teknik Rappeling ?

Prinsip Rappeling adalah sebagai berikut:
1.   Menggunakan tali statis sebagai jalur lintas dan tempat bergantung.
2.   Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.
3.   Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan turun

Perlu diperhatikan sebelum Rappeling:
1.   Periksa anchornya (apakah sudah kuat, carabiner sudah dikunci)
2.   Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang digunakan.
3.   Sebelum sampai ketepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan tali sampai kebawah tanah.
4.   Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan juga ke bawah, sehingga bila ada batu jatuh kita dapat menhindar, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.
5.   Pastikan bahwa pakaian tidak tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.
6.   Untuk yang berambut panjang usahakan diikat agar tidak tersangkut.


Kamis, 05 Juli 2012

Beberapa jenis teknik pemanjatan


Teknik memanjat merupakan cara agar kita dapat menempatkan tubuh sedemukian rupa sehingga cukup stabil. Stabilitas atau keseimbangan kedudukan badan muncul sebagai hasil hubung antara berat badan dan gaya tumpuan atau pegangan yang ada pada permukaan tebing.
Pada umumnya dinding tebing terdiri dari bermacam cracks dan ledges. Karena bermacamnya kondisi permukaan tebing, maka teknik memanjat dikelompokkan menjadi 3 kategori umum, yaitu:
1.   Face Climbing
Memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan.

Faca Climbing

2.   Friction / Slab Climbing
Teknik mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal.

Slab Climbing

3.   Fissure Climbing
Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi.
Dan ada beberapa pengembangan dari Fissure Climbing, dikenal teknik-teknik sebagai berikut:
-    Jamming
Teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu lebar.

Jamming Climbing

-    Chimneying
Teknik memanjat pada celah vertikal yang cukup lebar.

Chimneying

-    Bridging
Teknik memanjat pada celah vertikal yang lebih besar.

Bridging Climbing

-    Lay Back
Teknik memanjat pada celah vertikal dengan mempergunakan tangan dan kaki.

Lay back

Ada juga teknik-teknik lain yang sering digunakan dalam pemanjatan tebing, yaitu:
-    Hand Traverse
Teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping.

Hand traverse

-    Mantelself
Teknik memanjat tonjolan-tonjolan (teras-teras kecil) yang letaknya agak tinggi namun cukup besar dan dapat diandalkan untuk tempat berdiri selanjutnya.

Bagaimana cara membuat pengaman (Anchor) dalam pemanjatan ?

Penambatan / Anchor
Terdapat 2 jenis pengaman, yaitu:
1.   Pengaman alam (Natural Anchor)
a.    Pohon, pemasangan diusahakan harus dekat dengan pangkalnya, dengan cara dijerat memakai tali pita atau webbing.

memasang Anchor menggunakan pohon

b.   Lubang tembus, termasuk pengaman yang paling disukai. Cara pemasangan menggunakan sling dan menggunakan simpul jangkar.

Anchor di lubang tembus

c.    Batu tanduk, sejenis cacat batuan yang menonjol hampir menyerupai tanduk. Cara pemasangan sama dengan pemasangan di pohon.

Anchor di batu

2.   Pengaman buatan (Artificial Anchor)
a.    Pengaman sisip / Chock, biasa dipasang pada cacat batuan (celah)
Jenis pengaman sisip / Chock, yaitu:
-    Hexentric, berbentuk segi enam asimetris.
-    Stopper, berbentuk simetris.

jenis-jenis Chocks

b.   Pengaman sisip pegas (Spring Loaded Camming Device), biasa dipasang pada celah yang menyempit, baik vertical maupun horizontal.
Jenis pengaman sisip pegas, yaitu:
-    Regular friend, dapat berfungsi baik bila terpasang pada celah vertical.
-    Flexibel friend, dapat dipasang pada celah horizontal.
-    Metolious
-    HB, Quadcam
-    Camalots, dapat berfungsi sebagai chock.

Friends

c.    Pengaman Pasak / Piton, biasa dipasang pada cacat batuan yang dangkal, sempit, berbentuk pipih untuk memudahkan pemakaiannya.
Jenis pengaman pasak / piton, yaitu:
-    Angle
-    Kingpin
-    Bong

Piton Angle

Piton Kingpin

d.   Pengaman baut / bolt, jenis pengaman yang pemasangannya terakhir, karena penggunaanya apabila memang tidak terdapat cacat batuan yang lain (blank). Pemakaian cara ini dengan dibor (hand drill) pada tebing.


Macam-macam Simpul dan fungsinya ?

Simpul merupakan suatu hal yang lazim digunakan dalam pemanjatan. Pada tulisan kali ini saya mencoba menjelaskan beberapa jenis simpul dan fungsinya yang sering digunakan dalam pemanjatan.
Berikut macam-macam jenis simpul:
1.   Simpul delapan (Figure Eight Knot)
Biasa digunakan pada ujung tali. Contoh, penggunaannya untuk menghubungkan tali pada sabuk pengaman yang terpasang pada tubuh pemanjat (Harness). Bentuk menyerupai angka delapan.

2.   Simpul Delapan Ganda (Double Figure Eight Knot)
Penggunaanya pada tengah tali untuk penambatan pada pengaman yang tersedia.

3.   Simpul Kambing (Bowline)
Biasa digunakan pada ujung tali. Penggunaannya untuk mengikat tali pada harness.

4.   Simpul Pangkal (Clove Hitch)
Biasanya dipakai pada tengah tali, berguna untuk penambat pada belayer.

5.   Simpul Nelayan (Fisherman)
Biasa digunakan untuk menyambung dua tali dan membuat sling dari kernmantle atau prussik.

6.   Simpul Pita (Tape Knot)
Digunakan untuk menyambung pita, webbing, atau tali yang berbentuk pipih.

7.   Simpul Jerat (Prussik)
Untuk membuat simpul dari prussik pada tali utama / yang sudah terpasang, agar dapat dipakai untuk menambah ketinggian. Biasa disebut simpul double jangkar.

8.   Simpul Jangkar

9.   Simpul Hidup

10.  Simpul Mati
 Untuk menyambung dua tali yang sama besar.