Kamis, 05 Juli 2012

Bagaimana cara membuat pengaman (Anchor) dalam pemanjatan ?

Penambatan / Anchor
Terdapat 2 jenis pengaman, yaitu:
1.   Pengaman alam (Natural Anchor)
a.    Pohon, pemasangan diusahakan harus dekat dengan pangkalnya, dengan cara dijerat memakai tali pita atau webbing.

memasang Anchor menggunakan pohon

b.   Lubang tembus, termasuk pengaman yang paling disukai. Cara pemasangan menggunakan sling dan menggunakan simpul jangkar.

Anchor di lubang tembus

c.    Batu tanduk, sejenis cacat batuan yang menonjol hampir menyerupai tanduk. Cara pemasangan sama dengan pemasangan di pohon.

Anchor di batu

2.   Pengaman buatan (Artificial Anchor)
a.    Pengaman sisip / Chock, biasa dipasang pada cacat batuan (celah)
Jenis pengaman sisip / Chock, yaitu:
-    Hexentric, berbentuk segi enam asimetris.
-    Stopper, berbentuk simetris.

jenis-jenis Chocks

b.   Pengaman sisip pegas (Spring Loaded Camming Device), biasa dipasang pada celah yang menyempit, baik vertical maupun horizontal.
Jenis pengaman sisip pegas, yaitu:
-    Regular friend, dapat berfungsi baik bila terpasang pada celah vertical.
-    Flexibel friend, dapat dipasang pada celah horizontal.
-    Metolious
-    HB, Quadcam
-    Camalots, dapat berfungsi sebagai chock.

Friends

c.    Pengaman Pasak / Piton, biasa dipasang pada cacat batuan yang dangkal, sempit, berbentuk pipih untuk memudahkan pemakaiannya.
Jenis pengaman pasak / piton, yaitu:
-    Angle
-    Kingpin
-    Bong

Piton Angle

Piton Kingpin

d.   Pengaman baut / bolt, jenis pengaman yang pemasangannya terakhir, karena penggunaanya apabila memang tidak terdapat cacat batuan yang lain (blank). Pemakaian cara ini dengan dibor (hand drill) pada tebing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar